BRIGADIR POLRI GEL.1 TA.2007

NTS COMMUNITY POLRI 2007. WE ARE ALL ORDINARY. WE ARE ALL SPECTACULAR. WE ARE ALL BOLD. WE ARE ALL HEROES!! TO PROTECT AND TO SERVE... WITH HONOR, SERVICE, HONESTY, KINDNESS, COMPASSION, EMPATHY, SYMPHATY, BRAVERY, JUSTICE, RESPECT, PERSONAL COURAGE, HARD WORK, LOYALTY & INTEGRITY... KEEP UNITY!!!

Selasa, 09 September 2014

UNEG - UNEG ANAK BUAH...

Sebagai anak buah, kita sering punya harapan apa yang ingin kita sampaikan kepada pimpinan namun selalu tertahan dileher ucapan kita. Sering terjadi kemacetan komunikasi anak buah dan pimpinan yang menjadi penghambat bagi kita untuk mengembangkan pemolisian terbaik di lapangan. Kenapa macet? Biasanya macetnya adalah karena anak buah tidak mau menyampaikan, atau pimpinan tidak mau mendengar.

Berikut ini beberapa hal yang kira-kira anak buah ingin sampaikan namun jarang bisa keluar dan hanya tertahan didalam hati saja.

1.      Katakan Apa yang harus saya lakukan
Kata-kata ini biasanya ingin sekali kita keluarkan ketika menerima perintah untuk melakukan sesuatu. Perintah pimpinan yang biasanya mereka dengar hanya:
”Kamu datangi TKP dijalan ini RT ini dan RW ini!!!”
Bagi anggota, ketika mereka mendengar perintah itu, mereka seperti masuk kesebuah tempat misteri, tanpa tahu apa yang harus dikerjakan. Kalau mereka bisa jawab, mungkin mereka akan mengatakan seperti ini: ”lalu saya di TKP, apa yang harus saya lakukan pak?”; ”TPTKP seperti apa pak?”;  ”Olah TKP seperti apa pak?” ; ”Kasih saya contoh pak..!!!”
Kamu ungkap kasus ini...!!!
Bagi anggota, kalimat ini adalah kalimat yang sangat mudah diucapkan pimpinan tapi sulit mereka laksanakan. Dibelakang layar, mereka biasa membicarakan pimpinan yang hanya mampu berkata seperti ini. Kalau mereka bisa keluar ucapan, maka mereka akan sudah mengatakan: ”Kasih tau pak bagaimana caranya mengungkap, apa yang harus saya lakukan?”; ”kasih tau pak, saya harus mulai darimana..”; ”Kasih tau pak, dengan apa saya harus bergerak???”

2.      Kasih saya informasi yang akurat dan berguna
Kata-kata ini juga suka ada dikepala anggota, namun sekali lagi jarang terucap oleh kita. Biasanya kata-kata ini akan muncul ketika kita diperintahkan oleh pimpinan untuk melakukan penyelidikan terhadap suatu kasus. Misalnya pimpinan mengatakan: ”Agar segera melakukan patroli kedaerah-daerah rawan dan tingkatkan kewaspadaan..!!!” Anggota itu apa paham mana daerah rawan dan mana daerah tidak rawan? Sebagai anggota, mereka tidak berani bertanya. Kalau berani, mereka akan sudah bertanya seperti ini; ”Kasih saya informasi yang akurat dan berguna pak, daerah mana yang rawan, kerawanannya apa, jam berapa saya harus sering berada disana, siapa yang harus saya antisipasi hari ini, kewaspadaan apa yang harus saya tingkatkan???”

3.      Tolong Perintahnya yang masuk akal
Kadang sebagai pimpinan suka lupa memberikan perintah yang buat mereka masuk akal, namun buat kita tidak masuk akal. Atau mungkin ada pimpinan yang juga benar-benar memberi perintah tidak masuk akal bagi anggota?
”Agar segera atasi kemacetan di wilayah A pada jam-jam padat kendaraan” padahal pada kenyataannya Kemacetan dijalan A pada jam-jam padat kendaraan adalah hal yang wajar saja. Sepertinya perintah itu masuk akal, tapi bagi anggota dilapangan, perintah itu sungguh tidak masuk akal.. Apa yang bisa kita lakukan sebagai anggota? Volume kendaraan sore hari saat pulang kantor sungguh tidak sebanding dengan panjang ruas jalan,, So ndan,, sungguh perintah yang tidak masuk akal kalau komandan terjebak macet jauh disana terus meminta saya mengurai kemacetan disini supaya bapak-bapak itu bisa lewat.. Plis ndan,, tolong perintahnya yang masuk akal...

4.      Tolong saya diberi Back Up
Ini adalah satu lagi kata-kata yang sungguh ingin kita keluarkan, namun jarang bisa kita  keuarkan karena mungkin kita sudah pasrah back up nya tidak akan datang.
”Kamu lakukan upaya untuk mengatasi konflik diwilayahmu, tangkap pelaku dan jangan sampai terjadi ada korban lagi, saya tidak mau tahu gimana caranya..”
Anggota yang dapat perintah ini Cuma bisa bingung,. plis pak,, tugas rutin saja sudah pusing,,  sekarang ada konflik bapak Cuma bisa perintah ke saya??? Tolong kasih saya back up pak, misalnya tambahan anggota, dan logistik untuk semua ini pak...

5.      Tangan saya Cuma dua pak
Bagaimana dengan kasus kemarin., apakah sudah terugkap? Sampai dimana penyidikan yang kamu lakukan di kasus ini? Kenapa kamu belum tangkap pelakunya? Kenapa BB belum disita? Kenapa SP2HP belum dikirim? Kenapa kamu lambat sekali kerjanya???
Pertanyaan itu biasa dikeluarkan oleh atasan kepada anggota,, dan anggota Cuma bisa ”Siap Pak,.”; ”Siap Salah Pak” dan lain-lain.. Padahal, kalau mereka bisa bicara, mereka mungkin sudah mengeluarkan kata-kata diatas;; ”Tangan saya Cuma dua kumendan.., Kumendan lupa saya baru disuruh ngepam demo kemarin, mana bisa saya kerjakan semua?”

6.      Ijin, jangan sok tau pak
Kerap kali pimpinan maksudnya baik. Dia datang ke ruangan anggota mengecek berkas-berkas dan kemudian mulai bercerita apa yang sebaiknya anggota kerjakan. Begitu lihat berkas dikembalikan oleh JPU, tanpa melihat isi dari petunjuk P19 nya ada saja yang mengatakan; Wah gitu aja dikembalikan, pasti kamu gak becus menyidiknya, pasti kamu gak teliti, awas jangan sampai lewat hari penahanan dan terpaksa bebas demi hukum..
Anggota yang biasa dapat P19, biasanya senyum saja dalam hati, hari gini, mana ada JPU yang langsung P21,, plis deh ndan jangan sok tau,, bapak mending semangati saya saja daripada nyalah-nyalahin kami, jangan sok tau deh pak, apa perlu kumendan sekali-kali menyidik kasus ini nemenin saya ndan???

7.      Jangan minta saya telepon ketika saya sedang di TKP pak, nanti saya laporan lengkap setelah ini
Krriinggggggg; ”Bagaimana situasi? Siapa Korbannya? Coba ceritakan perkembangan?
Pertanyaan itu seringkali mengganggu anggota yang di TKP sehingga anggota lebih sibuk mengangkat telepon pimpinan daripada melakukan olah TKP yang betul. Anggota lebih takut tidak menjawab telepon daripada melakukan TPTKP dan olah TKP sesuai SOP. Lihatlah di TV-TV, kebanyakan anggota di TKP lebih sibuk mengangkat telepon dan menjawab HT daripada tekun melakukan TPTKP dan Olah TKP. Padahal anggota sebenarnya lebih senang konsentrasi di TKP dan akan melaporkan hasil lengkapnya setelah semua diselesaikan dengan baik. Kalau bisa, mereka sudah mengeluarkan kata-kata ”Plis ndan, jangan minta saya telpon dulu ya ndan, saya sedang di TKP.. Nanti janji deh kesempatan pertama saya laporan lengkap setelah ini kepada bapak”

8.      Tolong jangan intervensi kami
Wah ucapan ini, adalah ucapan yang mungkin paling sering mereka tahan saat melaksanakan tugas.. Banyak sekali kanan kiri yang akan menggoyang anggota ketika mereka sedang melaksanakan tugas, dan parahnya pimpinan mereka ikut ”mengarahkan” anggota untuk melakukan dan tidak melakukan sesuatu demi kepentingan tertentu. Kalau arahannya baik, mereka akan senang sekali, namun bila arahan pimpinan ataupun orang atasan lain yang punya pengaruh dengan mereka, apa yang biasanya mereka lakukan? Menurut adalah yang biasanya anggota lakukan,, Sangat jarang sekali yang mau menjelaskan kepada pimpinan posisi kasus dan akibatnya bila kita melakukan penyimpangan.
”tolong Pak, jangan intervensi kami ya pak, kecuali bapak mau tanggung jawab akibatnya dan ada perintah tertulis yang saya pedomani supaya saya tidak dipersalahkan lain waktu”

9.      Selalu ada cerita buruk tentang kami, tolong dengarkan versi kami
”Tipis telinga” adalah istilah yang banyak diucapkan oleh anggota untuk membicarakan pimpinannya. Banyak cerita buruk tentang anggota yang dilaporkan oleh pihak-pihak berkepentingan kepada pimpinan. Pimpinan yang tipis telinga, biasanya tidak cek and ricek dan langsung mengambil keputusan ”mutasi” yang paling gampang. Anak buah selalu nurut dengan tindakan ini karena ini adalah kewenangan pimpinan. Namun; banyak sekali anggota yang ingin mengatakan ”Pak, selalu ada cerita buruk tentang kami ketika melaksanakan penegakkan hukum, tapi tolong dengarkan versi kami,, jangan langsung mempercayai semua itu ndan”

10.  Jangan marahi kami pak
Ini adalah ungkapan terbanyak yang ingin anggota sampaikan,. Hidup mereka sebagai polisi sudah cukup tertekan,. Suasana dirumah penuh tekanan, suasana pekerjaan penuh tekanan, suasana keuangan penuh tekanan, tiba-tiba mereka mendapati pimpinan yang hanya bisa marah... Anggota tidak akan membantah ketika dimarahi, tapi setiap dimarahi mereka makin tegang dan makin tidak bisa melaksanakan tugas dengan semestinya. Kebanyakan mereka mungkin tidak melaksanakan tugas dengan tepat, dan mereka hanya membutuhkan arahan dan bimbingan. Jadi ketika mereka melakukan kesalahan, hal pertama yang mereka ingin ucapkan sebenarnya adalah; ”tolong ndan, jangan marahi kami.”




Salam Hormat,

Anak Buah






1 komentar:

SARAN DAN MASUKAN

Mohon komentar, masukan, kritik dan sarannya untuk pengembangan blog ini....Trim's




[nts community]